KIPP Perkuat Kapasitas Guru dan Ajak Siswa Belajar Penulisan Kreatif, Program "DIB Mengajar" di Kepulauan Karimata

Photo of KIPP Perkuat Kapasitas Guru dan Ajak Siswa Belajar Penulisan Kreatif, Program

KAYONG UTARA, SP – Pendekatan berbeda dihadirkan oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dalam mendukung kualitas pendidikan di wilayah kepulauan. Lewat program "DIB Mengajar", perusahaan tak sekadar menghadirkan kelas kreatif bagi para siswa, tetapi juga memberi ruang bagi para pendidik dan kepala sekolah untuk kembali duduk sebagai peserta didik.

Berpusat di SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Desa Pelapis, Jumat (24/7), kegiatan ini memboyong langsung dua praktisi pendidikan ke daerah kepulauan.

Dua narasumber pendidikan tersebut yakni Wahyudi, guru, teacher trainer, penulis, dan content creator pendidikan, serta Umilia Al-Husna, guru Bahasa Indonesia yang fokus pada literasi dan penulisan kreatif.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 15 guru dan kepala sekolah dari SDN 02, SDN 07, serta SMPN 03 Kepulauan Karimata mendapatkan pembekalan public speaking dan metode mengajar interaktif dari Wahyudi.

?Sementara itu, 40 siswa SMPN 03 diajak menyelami dunia literasi bersama Umilia Al-Husna. Lewat sesi penulisan kreatif, para siswa diajak menuangkan gagasan ke dalam bentuk puisi, yang nantinya akan dibukukan dalam sebuah antologi karya bersama.

Pendekatan ini menjadi langkah baru PT Dharma Inti Bersama (DIB), selaku pengelola KIPP, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.

Wahyudi membawakan materi public speaking untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, sementara Umilia mengajak siswa menulis puisi dan mengenal proses berkarya yang nantinya akan dihimpun menjadi sebuah buku antologi puisi.

Bagi Umilia, perjalanan menuju Pulau Pelapis menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku datang untuk berbagi ilmu, tetapi justru pulang dengan pelajaran yang lebih besar tentang semangat belajar anak-anak di daerah kepulauan.

"Perjalanan menuju sekolah yang harus ditempuh dengan menyeberangi laut membuat saya melihat pendidikan dari sudut pandang yang berbeda. Bagi sebagian anak, pergi ke sekolah mungkin hanya bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, bagi anak-anak di Pulau Pelapis, perjalanan menuju pendidikan membutuhkan perjuangan yang tidak sederhana," ungkap Umilia.

Ia menambahkan bahwa semangat para siswa yang tetap datang ke sekolah meski harus menempuh perjalanan laut menunjukkan bahwa keinginan untuk belajar dapat tumbuh kuat jika didukung oleh tekad.

"Di tengah birunya laut yang mereka lewati, saya melihat sebuah pelajaran yang jauh lebih dalam bahwa jarak boleh menjadi tantangan, tetapi semangat untuk belajar mampu membawa seseorang melampaui keterbatasan," ujarnya.

Siswa Antusias

Kepala SMPN 03 Kepulauan Karimata, Alber Gardioza, S.Pd., menilai program DIB Mengajar memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi siswa maupun guru.

"Program DIB Mengajar ini luar biasa dan memberikan warna baru bagi kegiatan pembelajaran di sekolah kami. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan, tetapi dikemas dengan metode yang kreatif sehingga sangat bermanfaat, baik untuk memperkaya wawasan siswa maupun memberikan inspirasi metode pembelajaran yang segar bagi para guru," kata Alber.

Menurutnya, antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan.

"Para siswa terlihat sangat aktif, gembira, dan bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan. Begitu juga dengan para guru yang mengikuti sesi teacher training, mereka sangat interaktif dan antusias menyerap ilmu baru yang dibagikan," lanjutnya.

Alber juga mengapresiasi kehadiran para praktisi dan influencer pendidikan yang datang langsung ke Desa Pelapis.

"Kehadiran para influencer pendidikan yang mau turun tangan langsung ke Desa Pelapis ini patut diapresiasi tinggi. Ini membuktikan kepedulian nyata mereka terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T/terpencil. Kehadiran mereka memberikan motivasi moril yang besar serta menjadi daya tarik tersendiri yang membuat anak-anak semakin bersemangat belajar," ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut secara berkala sehingga semakin banyak sekolah di daerah pelosok yang memperoleh kesempatan serupa.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bahwa DIB Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"KIPP meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia. Melalui DIB Mengajar, kami ingin membuka ruang belajar yang lebih luas bagi siswa sekaligus meningkatkan kapasitas para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Kami berharap program ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda Kayong Utara agar memiliki rasa percaya diri, kemampuan, dan daya saing untuk menyongsong masa depan yang lebih baik," ujar Sugeng.

Menurutnya, perhatian terhadap generasi muda tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap pendidikan dan pengembangan karakter. Karena itu, KIPP akan terus menghadirkan program-program pendidikan yang berkelanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda